Berkat Corona Wanita Bercadar Bukan Dianggap Lagi Teroris

Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar kalimat atau kata tentang cadar,niqab, dan bisa juga disebut dengan kain penutup wajah.

Banyak sekali masyarakat atau orang disekitar kita, bahkan bisa jadi keluarga kita sendiri ada yang belum bisa memahami bagaimana menggunakan cadar dan sebagainya.

Sebagaimana cadar atau niqab ini adalah syari'at agama yang kita yakini, keberadaan perempuan bercadar masih belum dapat diterima sepenuhnya dikalangan masyarakat.

Bahkan terdapat persepsi yang berbeda atau negatif terhadap perilaku mereka yang menggunakan cadar, sebab menggunakan cadar
mengganggu proses interaksi sosial dalam masyarakat luas.

Sehingga masih terdapat  pro dan kontra di lingkungan masyarakat satu sama lain. Bahkan, ada yang mengatakan jika ada perempuan yang menggunakan cadar adalah bentuk diskriminasi Agama.

Benarkah begitu ? Sebelum kita lebih jauh untuk mengenal bagaimana masyarakat menanggapi akan cadar ini, mari kita sejenak merenung, membaca, dan muhasabah diri lagi.

Ada apa yang terjadi pada bumi Pertiwi adakah yang membuat kita resah di akhir-akhir ini? Apa kita sebagai manusia dan masyarakat yang baik akan diam saja? Ya, mungkin tidak.

Kita sebagai masyarakat pasti dong mengambil tindakan "so we love the Mother Earth and of course we have to look after it well".

Ditengah wabah corona yang begitu pesat berkembang, beberapa media memuji syari'at Islam yg di nilai dapat mencegah penyebaran virus Corona, salah satunya adalah interaksi sesama dan penggunaan cadar.

Dilansir dari kumparan.com dalam pasien positif virus Corona Juru bicara pemerintah untuk Corona mengabarkan bahwa pasien positif Corona ada penambahan konfirmasi positif  sebanyak 107 kasus menjadi 686 orang per hari Selasa 24 Maret

Kembali ke Persoalan cadar. Menurut independent.co.id Paris-prancis adalah negara yang melarang memakai jilbab di tempat umum, terlebih lagi menggunakan penutup wajah atau disebut juga dengan cadar.

Jika ada perempuan yang memakai penutup wajah atau cadar akan di kenakan denda. Aturan ini diberlakukan semenjak bulan April tahun 2011 silam.

Namun Ditengah wabah virus ini yang sudah merajai di seluruh dunia, Prancis kini mengikuti penampilan cara wanita muslimah yaitu memakai cadar.

Dan seperti yang kita ketahui masker wajah adalah salah satu cara yang dipakai agar terhindar dari penularan virus Corona.

Penyebaran virus Corona juga mengajarkan kita untuk lebih menerapkan perilaku hidup sehat dan hal ini tentunya bisa untuk mengingat kan kita kepada rutinitas yang dilakukan oleh ummat muslim Yakni berwudhu.

Beruntung lah orang-orang yang melakukan wudhu selama lima kali dan menjaga Shalat lima waktu dalam sehari.

Untuk itu. Sebagai seorang muslim kita hendak nya jujur, jika yang menggunakan niqab (cadar) merupakan salah satu orang yang paling aman dan dapat terhindar dari penularan virus Corona. Atau dengan kata lain untuk menutup aurat.

Sebenarnya Berikhtiar agar Tidak Tekena Juga di Sunnahkan, Karena Memang Sakit dari Allah Namun Ikhtiar Itu wajib ntuk di Lakukan Sebagai seorang Manusia. Waullahu'alam.

Semoga informasi secuil ini bermanfaat dan dapat di petik hikmahnya.
0 Komentar untuk "Berkat Corona Wanita Bercadar Bukan Dianggap Lagi Teroris"

Back To Top